Suhu Pengeringan Terhadap Karakteristik Fisikokimia Pati Garut (Maranta arundinacea L ) Instan" Penelitian skripsi ini merupakan bagian dari penelitian terapan yang berjudul "Optimasi Produksi Bubur Garut Instan Rendah Glikemik dengan Aplikasi Teknologi Pengeringan dan Suplementasi Angkak" tahun 2014 yang didanai Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan yang berbeda terhadap rendemen kadar abu kadar lemak dan total khamir pada kefir bubuk susu kambing Materi yang digunakan yaitu susu kambing segar dan kefir grain serta berbagai jenis metode pengeringan diantaranya cabinet drying freeze drying dan spray drying

Analisis Kadar dan Sifat Fisikokimia Lemak/Minyak ~ SnowDrop

Feb 03 2013Pengeringan dengan oven vakum pada suhu rendah dan pengering beku hal ini baik digunakan untuk meminimumkan oksidasi lemak Pengeringan pada oven bersuhu 70-80 0 C Pengeringan suhu tinggi dilakukan pada beberapa lemak yang berikatan dengan protein dan karbohidrat sehingga lemak tidak mudah terekstrak

Rona Teknik Pertanian 12 (1) April 2019 39 Pengaruh Waktu dan Suhu Pengeringan terhadap Kandungan Pati pada Pembuatan Bubuk Umbi Talas (Colocasia Esculenta L Schott) untuk Bioplastik Musthofa Lutfi1* Alin Rosyidatul Afidah SR 1 Sandra Malin Sutan1 Gunomo Djoyowasito1 1Jurusan Keteknikan Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas

Wahyu T 2016 Karakteristik Mutu Tepung Labu Kuning (Cucurbita Moschata) Hasil Pengeringan Metode Foam-Mat Drying Menggunakan Oven Microwave Skripsi Universitas Jember Jember Widyasanti A Nur A dan Safirah N 2018 Pengaruh Penambahan Maltodekstrin terhadap fisikokimia bubuk tomat hasil pengeringan pembusaan Jurnal

Sedangkan pada faktor perlakuan waktu pengeringan berpengaruh nyata (α= 0 05) terhadap persentase swelling dan berpengaruh sangat nyata (α= 0 01) terhadap ketebalan rata-rata elongasi kuat tarik 2) Perlakuan terbaik dari hasil analisis menggunakan metode Multiple Atribute diperoleh pada suhu 50 oC dan waktu pengeringan 2 jam Pada

75 oC Pengeringan dengan suhu di bawah 45 oC menyebabkan mikroba dan jamur yang merusak produk masih hidup sehingga daya awet dan mutu produk rendah Namun pada suhu udara pengering di atas 75 oC menyebabkan 8 struktur kimiawi dan fisik produk rusak karena perpindahan panas dan massa air yang berdampak perubahan struktur sel (Setiyo 2003)

Jurnal Teknik Pertanian LampungVol 4 No 1: 73

pengeringan pertama dilakukan dengan suhu 40–45 C pengeringan kedua dengan suhu 45– 50 C pengeringan ketiga dengan suhu 50–55 C dan hari keempat dengan suhu 55–60 C Gambar 5 Alat pengering lateks tipe ERK Gambar 6 Lateks yang telah kering Gambar 7 Rerata suhu dan intensitas radiasi matahari selama 6 hari penelitian

HMT dapat mengubah karakteristik fisikokimia tepung tanpa merusak granula pati (Stute 1992 Jacobs dan Delcour 1998) Untuk mendukung aplikasinya pada proses modifikasi HMT tapioka dan maizena perlu diketahui pengaruh modifikasi HMT dengan microwave pada karakteristik fisikokimia dan fungsional kedua pati tersebut B

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan yang berbeda terhadap rendemen kadar abu kadar lemak dan total khamir pada kefir bubuk susu kambing Materi yang digunakan yaitu susu kambing segar dan kefir grain serta berbagai jenis metode pengeringan diantaranya cabinet drying freeze drying dan spray drying

HMT dapat mengubah karakteristik fisikokimia tepung tanpa merusak granula pati (Stute 1992 Jacobs dan Delcour 1998) Untuk mendukung aplikasinya pada proses modifikasi HMT tapioka dan maizena perlu diketahui pengaruh modifikasi HMT dengan microwave pada karakteristik fisikokimia dan fungsional kedua pati tersebut B

KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA GELATIN KULIT IKAN AYAM-AYAM (Abaliste stellaris) DENGAN PRA-PERLAKUAN KONSENTRASI ASAM SITRAT A Aziz Jaziri1 2 H Muyasyaroh1 dan M Firdaus1 2 1 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya 2 RG Bioseafood Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Abstract

Karakteristik Mie Kering Berbasis Tepung Ubi Jalar - Widiatmoko dkk Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3 No 4 p 1386-1392 September 2015 1386 KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK MIE KERING BERBASIS TEPUNG UBI JALAR UNGU PADA BERBAGAI TINGKAT PENAMBAHAN GLUTEN Physicochemical and Organoleptical Characteristics of

Pengeringan labu kuning menggunakan oven (suhu 70 ˚C) Tepung labu kuning yang memiliki kandungan kadar vitamin C tertinggi 0 098 % pada perlakuan perendaman dengan air biasa atau kontrol Tepung labu kuning yang memiliki kandungan kadar abu tertinggi yaitu sebesar 8 44 % pada perlakuan perendaman dengan natrium metabisulfit konsentrasi 1 0 %

Karakteristik Pengeringan Chips Mangga Menggunakan Kolektor Surya Kaca Ganda Jurnal Teknologi dan Industri Pangan (On line) Vol XXIII No 2 (http:journal ipb ac id diakses 2 Mei 2017) Ferdiansyah Hadi 2003 Kinerja Sistem Pengering Tipe Efek Rumah Kaca Dengan Mekanisme Penggetaran Pengeruh Suhu Pengeringan dan Kadar Air Gabah Pada

Karakterisasi Sifat Fisikokimia Tepung Talas Beneng

proses pengeringan Setelah itu dilakukan perendaman dengan air Perendaman juga merupakan proses pencucian karena secara tidak langsung mempunyai efek membersihkan Kemudian dilakukan pengeringan pada suhu 50-60C sampai pada saat kadar air mencapai 12% Pengeringan dilakukan selama 6 jam dan

pemanas suhu tube heaterdan kandungan air dalam udara pemanas merupakan beberapa variable yang coba diteliti pengaruhnya terhadap laju pengeringan batubara Studi Eksperimen Karakteristik Pengeringan Batubara dengan Variasi Beban Pengeringan pada Cyclone Coal Dryer Adi Krisnawan dan Prabowo

Pengaruh Perlakuan Pendahuluan dan Suhu Pengeringan Terhadap Sifat Fisik Kimia dan Sensori Tepung Biji Nangka (Artocarpus heterophyllus) Jurnal Teknosains Pangan Vol 1 (1):41-48 Listiorini E Syahraeni dan Rostiati 2014 Karakteristik Kimia dan Organoleptik Daging Buah Srikaya (Annona squamosa L ) pada Berbagai Suhu Pemanasan Pulp e-i

pengaruh blansir terhadap karakteristik fisikokimia dan sensoris tepung kentang udara yang dihasilkan Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan Data di analisa menggunakan sidik ragam dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil pada taraf α 5% Untuk data sensoris diolah menggunakan Method of

Pengeringan simplisia dilakukan dengan menggunakan sinar matahari atau menggunakan suatu alat pengering Hal-ha1 yang perlu diperhatikan selama proses pengeringan adalah suhu pengeringan kelembaban udara aliran udara Waktu pengeringan dan luas permukaan bahan Pada pengeringan bahan simplisia tidak dianjurkan menggunakan alat dari plastik

Baku pembanding : Famotidin USP lakukan pengeringan pada suhu 80selama 5 jam sebelum digunakan 2 1 3 2 Mekanisme kerja Famotidin merupakan antagonis kompetitif histamin yang khas pada reseptor H 2 sehingga secara efektif dapat menghambat sekresi asam lambung menekan kadar asam dan volume sekresi lambung Famotidin merupakan antagonis H 2

pemanas suhu tube heaterdan kandungan air dalam udara pemanas merupakan beberapa variable yang coba diteliti pengaruhnya terhadap laju pengeringan batubara Studi Eksperimen Karakteristik Pengeringan Batubara dengan Variasi Beban Pengeringan pada Cyclone Coal Dryer Adi Krisnawan dan Prabowo

Pada penelitian ini dilakukan pengamatan pengaruh frekwuensi ultrasonik terhadap parameter pengeringan yang meiputi kadar air laju pengeringan dan distribusi kadar air dalam specimen Frekuensi ultrasonik yang digunakan dalam penelitian ini divariasikan antara 6000-45 000 hz

PENGARUH SUHU TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN OPTIK BROKOLI SELAMA PROSES PENGERINGAN VAKUM DENGAN TEKANAN 15 cmHg Asri Widyasanti1*) Sudaryanto1) Rizky Arini1) dan Ali Asgar 2) 1Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran Jl Bandung Sumedang km 21

Sifat fisik fruit leather pada kadar air tertinggi pada suhu 50 o C dan terrendah pada suhu 80 o C Nilai Aw berkisar antara 0 54-64 yang masih masuk dalam batas aman mikroorganisme tidak dapat tumbuh Nilai F yang menunjukan kekuatan tarikan tertinggi pada suhu pengeringan 80C (12 75N) dan terendah pada suhu 50 o C (6 95)

berbeda sehingga dapat berpengaruh terhadap karakteristik cookies yang dihasilkan Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perbedaan suhu pengeringan biji kacang hijau dalam proses pembuatan tepung kacang hijau terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik cookies kacang hijau

Semakin tinggi suhu pengeringan dan semakin rendah konsentrasi sari wortel menyebabkan nilai tensile strength mi semakin meningkat Mi kering non terigu yang diolah dengan konsentrasi sari wortel dan suhu pengeringan 60oC memiliki kandungan betakaroten tertinggi yaitu sebesar 7 441x10-4 μg/g sampel pada mi setelah perebusan